Categories
Uncategorized

Taman Rekreasi alam Bukit Watu Meja

Kabupaten Banyumas mempunyai segudang tempat rekreasi alam. Bukan hanya gunung, rimba, serta sungai, beberapa bukit mulai dikerjakan untuk tempat wisata alam.

Tak Heran bila saat ini layanan travel jakarta purwokerto banyak di isi oleh wisatawan yang hendak berlibur.

Salah satunya tempat yang terkenal di golongan instagrammer ialah Bukit Badar atau yang juga dikenal dengan nama Watu Meja. Bukit ini ada di Desa Tumiyang, Kecamatan Kebasen, Banyumas, seputar 10 km. dari pusat Kota Purwokerto.

Saya juga baru dapat menebak- nebak sebab ini adalah pengalaman pertama saya ke arah ke sana. Perjalanan kami berenam juga termasuk hebat serta cukup mencekam sebab saat di perjalanan ada banyak motor yang berseliweran sampai seringkali ada rintangan berbentuk pembaruan jalan yang membuat kami harus waspada dalam menunggangi motor.

Kira-kira perjalanan yang dilakukan yakni 35 menit dari Sokawera, Banyumas serta pada akhirnya kami datang di tempat Rekreasi Bukit Watu Meja. Tetapi, ini baru awal dari perjalanan kaki sebenarnya. Kami baru datang dalam tempat parkir motor sebab untuk ke arah Watu Meja ada beberapa jalur. Ada jalur yang dapat dilakukan dengan memakai motor atau sepeda tetapi dengan jalan yang cukup curam serta jalur yang dapat dilakukan dengan jalan kaki seputar 200 m.

Kami pernah bingung tentukan jalur itu serta pada akhirnya kami putuskan untuk berjalan kaki ke arah ke sana. Dalam bayangan ,200 m akan berasa lama serta penuh lika-liku karena betul jalur perjalanan yang dilewati masih alami. Seringkali kami stop sesaat sekedar untuk ambil nafas serta cari pedagang yang jual air mineral.

Meskipun keringat banyak bercucuran serta nafas telah tersengal-sengal kami berkemauan untuk selekasnya sampai di tempat. Sampai tidak berasa, ada seorang bapak yang menanti di loket tertulis Rekreasi Bukit Watu Meja. Kami juga percepat cara serta pada akhirnya kami sampai dari sana. Panorama yang ada dari sana demikian indah serta luas. Bentangan sawah yang hijau , sungai Serayu, pohon-pohon, seakan menegur dengan panggilan ramahnya. Dari atas kami juga bisa lihat kereta api yang lewat di rel kereta yang membelah sungai Serayu.

Tidak komplet rasa-rasanya jika telah jauh serta tidak ada peristiwa yang diabadikan lewat sasaran camera. Karena itu saya juga selekasnya berfoto dengan background panorama yang indah. Sampai kira-kira 2 jam berlalu, kami juga putuskan untuk pulang. Kami berenam melalui kembali lagi jalur perjalanan yang telah dilalui. Sebab berjalan turun karena itu kami tetap harus waspada. Saat rumah tempat memarkir motor telah nampak , kami percepat cara serta duduk sesaat sambil istirahat.

Pada akhirnya, kami meneruskan kembali lagi perjalanan pulang memakai motor. Dari perjalanan ini ada pelajaran bernilai jika, memang betul untuk memperoleh suatu hal yang diharapkan dibutuhkan usaha serta perjuangan. Karena itu , selamat berusaha untuk traveller di luar sana yang akan berkunjung ke tempat Rekreasi Watu Meja ini.

Untuk ke arah pucuk bukit di atas lembah Serayu ini memerlukan perjalanan melewati dua jalan. Jalan pertama dari mulai pinggir jalan Kecamatan Patikraja-Kebasen serta jalan ke-2 lewat Desa Gambarsari, Kecamatan Kebasen. Jika lewat jalur pertama, tiap pengunjung harus berjalan kaki dengan jalan setapak yang naik. Tetapi, tempat parkir kendaraan relatif bertambah dekat sebab ada di pinggir jalan raya.

Sedang jalur ke-2, dapat dilakukan dengan kendaraan roda dua sampai dalam tempat parkir. Tetapi, harus lewat teritori rimba pinus yang jalannya cukup licin serta berlumpur jika hujan datang.

“Nah, jalan ke-2 ini sedikit yang mengetahui. Tetapi, jika ingin olahraga, lebih bagus melalui jalan Desa Tumiyang. Hanya 30 menit telah tiba ke pucuk bukit,” kata Setyo Nurdiono (36), salah satunya pengunjung, belakangan ini.

Nama “Watu Meja”, katanya, diambil dari satu batu memiliki ukuran meja yang terdapat di selatan tempat wisata yang diurus KPH Banyumas Timur serta Instansi Warga Desa Rimba Desa Tumiyang ini. Dari atas batu itu, warga bisa lihat pemandangan jembatan kereta api, perbukitan, sawah, lembah, serta tikungan saluran Sungai Serayu yang menganakemaskan mata.

“Bukit Badar atau Watu Meja ini kami atur dengan ide mendayagunakan warga di seputar rimba. Jadi, mereka dapat juga merasai faedah ekonominya. Bukan hanya dari penghasilan karcis masuk, dan juga warung serta kesibukan yang lain,” tutur Junior Manajer Usaha, PT Perhutani KPH Banyumas Timur, Sugito.

Untuk pemanis, tuturnya, KPH Perhutani membuat sarana selfie deck dan jembatan untuk berpose. Faksinya membenahi beberapa warung punya masyarakat untuk rekreasi kuliner pengunjung.

Di Bukit Watu Meja ini, beberapa pemburu photo lanscape sering nampak menyimpan peristiwa matahari keluar serta matahari tenggelam. Panorama Lembah Serayu yang eksotis jadi latar yang mencolok, nampak hasil dari bidikan mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *