Categories
Uncategorized

Sejarah Uang

Sejarah Uang – Tentu saja, kita semua tahu bahwa uang adalah salah satu alat pengukur untuk menilai kondisi sosial di masyarakat saat ini. Nilai seseorang dapat naik atau turun tergantung pada berapa banyak uang yang dimilikinya. Kriteria ini tidak mutlak, tetapi hanya sebagai faktor. Tapi tahukah Anda sejarah uang itu sendiri?

Menurut ekonomi tradisional, istilah uang adalah media yang secara umum dapat diterima. Kehadiran uang memfasilitasi kegiatan transaksional barang dan jasa, menjadikannya lebih efektif dan efisien.

Sejarah-Uang
Sejarah Uang

Perkembangan sejarah uang mengikuti perkembangan sejarah manusia dari waktu ke waktu. Nilai uang telah berkembang dari fungsi utamanya sebagai media pertukaran ke alat pengukur untuk mempromosikan kegiatan ekonomi suatu negara.

Awal Munculnya Uang

Pertama-tama, semua orang telah berusaha memenuhi kebutuhan mereka. Bersama dengan perkembangan pada waktu itu, mereka saling mengenali bahwa apa yang mereka hasilkan tidak cukup dan membutuhkan apa yang diproduksi oleh orang lain. Karenanya pertukaran kegiatan antara dua orang yang saling membutuhkan.

Kami sekarang menyebut kegiatan ini barter atau alam. Sistem ini membutuhkan waktu untuk menjadi tidak puas karena sulit untuk menentukan bahwa barang yang akan ditukar memiliki nilai yang sama. Selain itu, juga sulit untuk menemukan orang yang memiliki barang yang mereka butuhkan dan yang bersedia untuk menukarnya.

Sejarah Uang Di Dunia

Uang diketahui muncul pertama kali pada abad ke-6 SM. Itu muncul dari Lidia dan menempa campuran emas dan perak (disebut elektro) dalam bentuk kacang polong. Komposisi antara emas dan perak adalah 75:25 dan disebut “stater” atau “standar”.

Sekitar 560-56 SM Chr. Dia menemukan koin Croesus yang digunakan oleh orang Yunani. Dalam sejarah uang, bangsa ini dikenal sebagai pembuat koin pertama karena uang telah dirancang dengan berbagai gambar menarik. Nilai uang pada waktu itu ditentukan oleh bahan-bahan pabrikan.

Uang kertas yang kita kenal sekarang diciptakan oleh orang Cina pada abad pertama Masehi. dari dinasti Tang, yang berkuasa saat itu. Penciptaan uang kertas ini didasarkan pada kesulitan dengan mana pasokan logam mulia (emas dan perak) sebagai bahan baku terbatas dan pada kesulitan melakukan transaksi besar.

Telah ditemukan bahwa beberapa upaya telah dilakukan untuk menghasilkan uang kertas. Tetapi dia gagal karena dia tidak bisa menemukan pabrik kertas yang bisa bertahan lama. Baru pada masa Dinasti Tang Ts’ai Lun membuat catatan kulit pohon murbei.

Sejarah Uang Di Indonesia

Sejarah uang di Indonesia dimulai pada zaman kerajaan Nusantara. Setiap kerajaan memiliki mata uangnya sendiri dan berbeda dengan mata uang kerajaan lainnya. Pada waktu itu, uang dibuat dari emas dan perak dan nilainya ditentukan oleh bobotnya. Sebuah kerajaan memiliki bentuk uang yang unik karena terbuat dari kain yang disebut kampua. Uang Kampua dinilai dari gayanya.

Pada awal era kolonial Belanda, VOC menghabiskan uang dalam bentuk koin dan kertas. Mata uang kertas dilengkapi dengan jaminan perak 100%. Demikian juga pada masa pendudukan Jepang, yang mengeluarkan jenis koin dan kertas versi pemerintah Jepang di Indonesia. Pada waktu itu, koin aluminium dan timah dibuat.

Setelah deklarasi kemerdekaan, pemerintah Indonesia memperoleh uangnya, uang ORI. Sejak itu, perencanaan uang di Indonesia terus berubah desain dan nilai sesuai dengan masa kepemimpinan pemerintah. Kita sekarang tahu bahwa denominasi tertinggi bernilai Rp 100.000.

Di hadapan hukum n. 13 tahun 1968, pemerintah mencetak uang. Namun, setelah undang-undang disahkan, hak pemerintah untuk mencetak uang dicabut (Pasal 26 (1)). Maka bank sentral didirikan sebagai satu-satunya lembaga yang memiliki hak untuk mencetak, membelanjakan dan mendistribusikan uang di Indonesia (hak Oktober), yaitu Bank Indonesia.

Sumber : https://www.masterpendidikan.com/

Baca Juga :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *