Categories
Uncategorized

Kisah Sukses Dara Ajo Mengelola Bisnis Angkringan kekinian

Dimulai dengan distribusi makanan dan hobi, Dara Ayusa Sonko memulai bisnis dengan modal kecil. Bisnis itu dinamakan Kedai McPull.

Hawa dingin itu bagiku terasa seperti tulang belulang. Di sisi jalan, saya mencari tempat untuk memancing dan berpikir saya akan melindungi diri untuk sementara waktu.

Jangan menyentuh roda Toyota Karya yang dikendalikan surat kabar saat melintasi Jln. Spanduk Tylar Negara. Ada pergelangan kaki kecil di depan Museum NTB, tetapi penuh dengan anak muda. Segera hiu cahaya datang.

Di Anklingan, tiga wanita memakai celemek. Mereka adalah pekerja di sana. Salah satunya, Ducklin Ayu Sasonko, pendiri Anklingan, yang kemudian dikenal sebagai Kedai Makpurul.

Dalam waktu kurang dari 5 menit, secangkir kopi hitam khas Kedai Makpruull hitam disajikan di atas meja kayu. Tanpa menunggu terlalu lama, reporter koran segera mencicipinya. Tentu saja ini adalah perasaan yang khas.

Pemilik Dara Ajo juga berbagi pengalamannya dalam membuka bisnisnya sendiri seiring waktu.

Sebelum memulai pekerjaannya di Anklingan, Dara mengatakan ia bekerja di berbagai bidang. Dari bekerja sebagai layanan pelanggan di perusahaan mobil hingga menjadi guru PAUD. Namun, selama bertahun-tahun, minat pemuda 27 tahun itu pada dunia bisnis telah meningkat. Dia dan rekan-rekannya saat ini menjalankan perusahaan katering. Mulai dengan ayam Geplek, bebek hijau, ayam lokal, sup ayam, sosis, bakso goreng, kopi, jus, dan lainnya.

Peluang bisnis Anklingan ini jelas sangat menjanjikan. Dara juga mengambil inisiatif untuk menciptakan sistem waralaba. Karena bisnis ini bisa dimulai dengan modal kecil.

Seperti pengalaman sebelumnya, ia memulai bisnis pertamanya dengan modal kecil. Jangan sentuh satu juta rupee. Tapi sekarang dia sudah memiliki banyak pasangan. Termasuk pemasaran online. Dara mempromosikan tindakan Anglikan pada Macropole Ginjal melalui media online. Dia memiliki tim yang didedikasikan untuk mengelola pemasaran internet dan mengerjakan ojek sepeda motor secara online.

Wanita Surabaya berdarah ini mengakui di departemen keuangan bahwa Dara harus membuat uang saku harian untuk almarhum dan menyimpannya untuk setiap uang dalam kondisinya. Terlepas dari apakah pekerjaan itu diminati atau buang-buang waktu.

Kemudian, itu juga merupakan persediaan persediaan untuk mengelola persediaan produk.

Merek Anklangan ini tampaknya memiliki makna yang dalam. Nama Makpruull berarti maaakkkk pruuulll, juga dikenal sebagai program. Ayam dan bebek bisa turun dari tulang dengan sangat mudah. Dara menyebutkan bahwa menjalankan bisnis membutuhkan motivasi.

Saya mengelola makanan gaya Anklingan ini karena saya mendorong untuk berbagi pekerjaan saya. “Berbagi kebahagiaan, berbagi peluang, dan berbagi pengetahuan bisnis dengan orang lain,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *